Karena iseng dirumah hanya berdua, punya anak semata wayang kuliah di luar kota, akhirnya kami jalan2 ke Ancol. Sebenernya tujuan utamanya bukan jalan ke Ancolnya sih, tapi pengen liat laut aja sambil sarapan, kenapa pilihannya ke Ancol karena di sana pagi-pagi buta dah banyak yang jualan. Hari masih gelap kami sudah berangkat ke ancol leawat pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta, jalan aja masih sepi. Pas sampai di Ancol ternyata pengunjung sudah ramai, parkir pun susah, kebetulan ada kegiatan Latihan MARINIR, sehingga kami dapat parkir paling ujung timur. Sambil berolahraga kami jalan menyusuri Pantai Ancol, ada yang menarik disini yang jadi perhatian kami, Ancol sekarang lebih bersih, rapih dan nyaman. Bahkan toiletnya pun bersih, apa karena masih baru ?, mudah2an seterusnya. Musholla tidak hanya satu tapi setiap cluster ada Musholla, sehingga tidak perlu antri bila kita akan melakukan ibadah sambil berwisata. Sarapan sudah, jalan-jalan sudah kemana lagi ya ?, pulang masih pagi, akhirnya kami sepakat nyebrang ke pulau seribu.
Tidak sulit untuk bisa berwisata ke Pulau seribu, kita bisa cari informasi ke Pemasaran Wisata Pulau Seribu di Pantai Marina Ancol. Akhirnya kami pemasaran dengan membayar Rp, 570.000,- untuk berdua, termasuk welcome drink dan makan, kami bisa berangkat yang Jam 11 siang ke Pulau Bidadari, waktu masih tersisa 50 menit kami cari perbekalan untuk di Pulau. Waktunya telah tiba, kami berangkat dengan menggunakan Speed Boat cukup nyaman juga, dan dalam waktu tempuh sekitar 30 menit akhirnya kami sampai di Pulau Bidadari. Tengah hari gini dapat minuman Welcomdrink seger bener, kami instirahat sejenak sambil menunggu makan siang, kami pergi ke Musolla yang bersih dan nyaman, inilah yang sangat kami apresiasi karena pengelola pulau Bidadari ini sangat memperhatikan kebutuhan pengunjungnya, airnya pun sangat memadai.
Setelah makan siang, seperti biasa mata ngantuk kalau habis makan, maka dengan diiringi kicau burung dan di kipasi sepoi-sepoi angin dengan deburan ombak yang tenang, tanpa terasa saya tertidur diatas kursi kayu. Satu jam saya tidur denga pulasnya, setelah segar kami lanjutkan wisata ini dengan mengilingi pulau, rupanya di Pulau Bidadari ini terdapat cagar budaya peniggalan Belanda yaitu Menara Martello yang dibangun tahun 1850 dan hancur akibat terjangan gelombang Tidal letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Untuk para pengunjung di pulau ini pun di sediakan penginapan berupa Bungalow-bungalow yang menghadap ke laut bahkan ada yang berada di atas laut dengan tarif relatif terjangkau. Dan bila ingin mengunjungi pulau-pulau lain di sekitar pulau Bidadari banyak tersedia perahu-perahu yang disewakan denga tarif cukup terjangkau pula. Setalah cukup lelah kami memutuskan untuk pulang lebih awal, sebenarnya kami bisa pulang sampai jam 6 sore, tapi kami pulang jam 2 siang dengan pertimbangan tidak terlalu malam sampai dirumah. Dengan speed boat yang berbeda kami akhirnya kembali me Marina Ancol, dengan waktu tempuh yang lebih cepat di bandingkan waktu keberangkatan. Alhamdulillah akhirnya sampai dan terpuaskan ke isengan ini dengan Wisata yang tidak kami rencanakan.
Tips Wisata Pulau Seribu
1. Sebaiknya Rencanakan Dahulu Wisata Sebelum Berangkat, apakah akan menginap atau wisata satu hari.
2. Bawa perlengkapan wisata pantai, seperti kacamata atau topi, karena cuaca sangat terik apalagi bila berangkat siang hari.
3. Wisata bersama Anak2 akan lebih menyenangkan, karena di paulau lebih tenang pantainya, dan suasanya sangat menyenangkan.
4. Pilih Paket yang sesuai dengan keinginan anda, karena Tiap pulau memiliki kelebihan yang berbeda dengan harga yang berbeda pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar